Puasa Romadhon menuju kesalehan Sosial dan Transendental
Dra. Hj. MustlahPenyuluh Agama Islam /Bendahara IPARI Kab. Tuban
Pada bulan romadhon umat Islam mempunyai kewajiban berpuasa selama sebulan penuh, sebagaimana firman Allah di dalam suroh Al Baqoroh ayat 183 : " Wahai orang orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, seperti diwajibkan atas orang orang sebelum kalian bertakwa.
Sayyid Sabiq dalam katanya fiqih sunnah memberikan pengertian puasa sebagai "imsak" yaitu menahan diri dari makan, minum serta hal hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Pengertian diatas lebih mengarah kepada pengertian puasa secara syar'i. Puasa sebenarnya merupakan riyadhoh bathiniyah atau latihan bathin untuk mengarahkan nafsu yang ada dalam diri kita. nafsu dalam diri kita mempunyai potensi yang dapat mendorong semangat kita untuk berkembang secara dinamis menuju keadaan yang lebih baik, tetapi apabila tidak diarahkandengan baik, nafsu ini akan membunuh sendi sendi peradaban manusia. Puasa adakah "tameng" dari pengaruh ajakan nafsu syaitan yang seringkali mengajak kepada kejahatan dan kemungkaran.
Tujuan puasa adalah agar kita menjadi orang orang yang bertakwa. Tawa menurut Allah adalah derajat tertinggi yang diberikan Allah kepada manusia, sebagaimana firman Allah dalam suroh al Hujurot ayat 13 " Sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang bertakwa diantara kalian ". Taqwa pada hakekatnya adalah gabungan antara nilai nilai keimanan dan nilai nilai amal shalih, sehingga dapat dikatakan bahwa tujuan puasa yang sebenarnya adalah lahirnya perilaku perilaku shalih manusia dalam hubungannya dengan Allah ( transendental) maupun hubungannya dengan sesama manusia ( sosial).
Editor: Bang Uji



Komentar
Posting Komentar