Lima Penyuluh Agama Jatim Mengikuti Pelatihan Deteksi Dini Konflik Sosial Keagamaan
Para penyuluh Agama ini juga serta dalam pelatihan yang
diikuti oleh total 120 peserta yang terbagi dalam 5 angkatan. Mereka
berpartisipasi dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam
mendeteksi serta menanggulangi potensi konflik sosial yang berbasis keagamaan
di lingkungan masyarakat tempat tugas mereka.
Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan bekal yang lebih
baik kepada para penyuluh agama dalam menghadapi dinamika sosial keagamaan yang
kompleks di berbagai daerah Republik Indonesia. Materi yang disampaikan
mencakup teknik penyelesaian konflik, strategi penanganan preventif, serta upaya
rekonsiliasi antar kelompok yang terlibat dalam konflik.
Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Dr.
H. Mastuki, M.Ag menyambut baik partisipasi para penyuluh agama dalam pelatihan
tersebut. “Kehadiran para Penyuluh Agama ini akan sangat berarti dalam upaya
memperkuat jaringan deteksi dini serta penanganan konflik sosial keagamaan di
tingkat lokal,” ujarnya.
Dengan menghadirkan para Penyuluh Agama dari berbagai
daerah, diharapkan pelatihan ini mampu memperluas jangkauan dan efektivitas
penanganan konflik sosial keagamaan di seluruh Jawa Timur.
Editor : Bang Uji




Komentar
Posting Komentar