Lima Penyuluh Agama Jatim Mengikuti Pelatihan Deteksi Dini Konflik Sosial Keagamaan


Jakarta, 1 Mei 2024 - Sebanyak lima penyuluh agama dari Jawa Timur, masing-masing dari Tuban  (KARMUJI, M.Sy) Angkatan II, Sumenep (Dr. TAUFIKURRAHMAN S. Ag, M.Ag), Angkatan V, Pamekasan (SUSI FAIZAH, S.Ag) Angkatan  IV, Sidoarjo (SRI MUKTI, S.Ag. M.Pd.I) Angkatan II, dan Kediri (Drs. SLAMET, MM) Angkatan I,  mereka mengikuti Pelatihan Deteksi Dini Konflik Sosial Keagamaan bagi Jabatan Fungsional Keagamaan Angkatan I-V Tahun 2024. Pelatihan di Buka Langsung Oleh Kepala Balitbang Diklat Kementerian Agama RI, Suyitno di Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan RI acara berlangsung mulai tanggal 30 April hingga 4 Mei 2024. 

Para penyuluh Agama ini juga serta dalam pelatihan yang diikuti oleh total 120 peserta yang terbagi dalam 5 angkatan. Mereka berpartisipasi dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mendeteksi serta menanggulangi potensi konflik sosial yang berbasis keagamaan di lingkungan masyarakat tempat tugas mereka.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan bekal yang lebih baik kepada para penyuluh agama dalam menghadapi dinamika sosial keagamaan yang kompleks di berbagai daerah Republik Indonesia. Materi yang disampaikan mencakup teknik penyelesaian konflik, strategi penanganan preventif, serta upaya rekonsiliasi antar kelompok yang terlibat dalam konflik.

Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Dr. H. Mastuki, M.Ag menyambut baik partisipasi para penyuluh agama dalam pelatihan tersebut. “Kehadiran para Penyuluh Agama ini akan sangat berarti dalam upaya memperkuat jaringan deteksi dini serta penanganan konflik sosial keagamaan di tingkat lokal,” ujarnya.

Dengan menghadirkan para Penyuluh Agama dari berbagai daerah, diharapkan pelatihan ini mampu memperluas jangkauan dan efektivitas penanganan konflik sosial keagamaan di seluruh Jawa Timur.

Editor : Bang Uji



Komentar